Di Indonesia ini banyak sekali dijumpai banyaknya Ternak Ayam Petelur. Telur ini juga terus meningkat sejalan dengan peningkatan pola hidup masyarakat dalam meningkatkan kebutuhan akan protein hewani. Selain itu juga adanya program pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat terutama pada anak-anak. Karena kebutuhan telur  bagi masyarakat begitu meningkat , sedangkan jika tidak diimbangi produksi telur yang besar,persediaan telurpun berkurang. Dan dapat menjadikan harga telur mahal. Usaha budidaya ternak ayam petelur masih merupakan usaha ternak yang dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan bila dikelola secara intensif dan terpadu.

Memilih ayam petelur memerlukan keahlian tersendiri, baik keahlian yang didapat dari pengalaman maupun dari belajar dengan banyak peraktek pada ahlinya. Pemilihan ayam petelur diperlukan guna mendapatkan produktivitas peternakan yang tinggi dengan menerapkan sistem seleksi untuk mengeluarkan ayam-ayam yang rendah produksinya.

Pemilihan ayam petelur dapat dilakukan dengan cara fisual, pengamatan fisik dan produktivitasnya. Pemilihan tersebut dapat dilaksanakan dengan pengamatan- pengamatan pada bentuk fisik ayam, misalnya : bentuk tubuh, warna kaki, tingkah laku ayam, bagian perut belakan, dan sebagainya. Bentuk tubuh ayam yang lebar dan dalam, panjang, bagian perut belakang membulat dan berbentuk besar dan lunak merupakan cirri-ciri ayam yang produktivitasnya tinggi. Selain itu ciri-ciri ayam yang produktivitasnya tinggi misalnya tingkah laku yang selalu aktif, paruh pendek dan kuat, jengger yang merah dan cerah, pertumbuhan yang normal selama pemeliharaan dan sebagainya.